Character Building
Bagaimana membangun karakter bangsa dengan falsafah pancasila?
Karakter bangsa menurut berbagai pendapat, terbentuk oleh berbagai sumber nilai, yaitu nilai-nilai lokal, nilai-nilai ke Indonesiaan, nilai agama, dan akhir-akhir ini dengan keterbukaan informasi sebagai akibat terjadinya revolusi komunikasi, maka muncul sumber nilai lainnya yang juga sangat dominan ialah nilai-nilai global. Pengaruh global tersebut pun
ikut mewarnai seluruh kehidupan masyarakat.
Sedangkan membangun karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskanpara pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai sukubangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Pertanyaannya adalah Bagaimana membangun karakter bangsa agar betapapun dahsyatnya hiruk pikuk pengaruh yang datang dari berbagai arah, bangsa ini masih akan berhasil mempertahankan identitasnya sebagai bangsa Indonesia yang santun, ulet, menyukai kedamaian, kejujuran, pekerja keras, menghormati sesama, saling mencintai dan seterusnya.
Sesungguhnya, jika saja bangsa ini masih tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Persoalannya adalah seberapa jauh para pemimpin bangsa, tokoh masyarakat, agamawan, dan juga para pendidik masih tetap konsisten memandu masyarakat untuk memegangi nilai-nilai yang dipandang luhur dan mulia itu. Saya berpandangan, bahwa agama sajalah yang bisa menyelamatkan bangsa ini. Jika agama ditinggalkan, maka siapapun, baik individu, kelompok, dan tidak terkecuali karakter bangsa ini akan runtuh maka identitas luhur itu masih akan tetap bertahan. .
Sebagai salah satu contoh adalah, dulu sering dikatakan bangsa Indonesia sebagai bangsa Timur yang mempunyai karakter sopan, santun, altruistik, ramah tamah, berperasaan halus dll yang menggambarkan sebuah sikap atau perilaku yang mengindikasikan keluhuran budi pekerti. Bagaimanakah kondisi sekarang? Banyak yang meragukan bahwa karakter tersebut masih menjadi ikon Bangsa Indonesia.
Jika Pancasila masih diterima sebagai kristal keluhuran nilai-nilai budaya bangsa maka
karakter yang tercermin dalam lima sila itulah yang harus tetap diinternalisasikan kepada segenap orang-orang Indonesia yang kemudian melebur menjadi Bangsa Indonesia. Caranya mudah. Ajarkan dan beri contoh penerapannya secara konsisten dan kontinyu kepada pemuda pemudi bangsa. Terapkan lingkungan yang pro Pancasila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar